1. Flyleaf
2. Switchfoot
Ok.so this is not something that will motivate you. These are the last words that you want to hear for getting advice from somebody else.
How do you feel about the world, how much you care, how much you know about them?
how fast you realize tht the world is changing and always moving without you?
can you see tht you are left out?
Novel ini ditulis oleh Carol Plum-Ucci pada tahun 2002. Anehnya ditahun ini, 2010 belum diterbitkan di Indonesia, padahal menurut saya novel2 Carol ini bagus. Saya memang baru membaca satu novelnya ,tapi setelah membaca review novelnya yg lain di internet ternyata memang menarik.
seems my brain is lacking of stories
i already have a job but,
there is always a time that u might get bored
trapped by a cage of boredom
and suddenly u feel exhausted w/out doing anything hard
ur mind's blank
u feel useless
u try hard to focus to other stuff u might enjoy
but ended up as a fail
how could this brain's so messed up
i thought i wasnt old enough to be suffered
by alzheimer or somethin like that

i live in wonderland
i live in a place that kids would never grow up
just playin or having fun'
no need to think to get paid
no need to think hard to get enough food
no need to think about reputation
im not sure,,i want to write this,but
i do it... anyway
hah.akhirnya .....
setelah perjuangan panjang dan melelahkan(alah ....alay)..akhirnya dpt kerja juga
walaupun tidak seperti yang saya harapkan selama ini
tapi..
sudah sepantasnya saya bersyukur kan???
at least..ive got somethin to do
really...hampir saja saya terjebak dalam boredom yg berkepanjangan
sblum punya job, list kegiatan saya sehari-hari adalah seperti ini:
bangun pagi,
belanja(disuruh ibuk),kalo ga, ya langsung beli sarapan buat sekeluarga,
bantuin ibu masak,
nyuci,
eh....tau2 sudah jam 11 siang,
trus blajar maen gitar(siapa tau bisa jadi pro),
tidur siang,
malamnya nonton tv.
dan ...kegiatan ini berlanjut tiap hari.
Bayangkan saja, kehidupan saat itu membuat saya tidak kreatif lagi,terlalu banyak waktu yang tersedia,
malah jadi bingung ingin melakukan apa.
Tapi dipikir2 bagus juga, selama nganggur, mungkin kemampuan bermain gitar saya bertambah 0.01%.
:) :) .Saya ,agak merasa senang....
Saya hanya reposting tulisan mas Haruhiism_sugiisugii (Kaskuser). Saya sangat tertarik dengan tulissan tersebut. Dan saya setuju 1000% dengannya.
So come and read.
Sudah bukan rahasia lagi kalau saat ini dunia tarik suara khususnya band di indonesia sedang masuk masa berkabung yang belum usai-usai. Saya perhatikan fenomena ini terjadi kira kira tahun 2005 sampai sekarang.
Kalau kamu menganggap lagu-lagu band indonesia sekarang bagus, berarti kamu sudah kena pengaruh psikologis dari sebuah lagu dimana, sejelek apapun suatu lagu asal kuping dengerin terus lama-lama terbiasa juga.
Seperti apa sih kondisi asli lagu band indo? Mohon maaf karena saya sendiri sering mendengarkan musik barat, jepang, mandarin, dan korea, jadi saya hanya menggunakan 4 negara tersebut untuk perbandingan
1.Instrument & corak
Instrumen tidak kreatif, itu lagi itu lagi, aransemennya juga gitu lagi gitu lagi. Alat musiknya bisanya itu itu aja. Ada yang bisa maen piano aja jadi menonjol banget.Udah gitu pake acara trend2an lagi, ga punya ciri khas. Lagi ngetrend irama melayu, melayu semua, lagi ngetrend rap, rap semua, berbau religi, religi semua... yap dalam berbagai segi lagu begitu lebih positif memang. Tapi sebel aja kalau tau-tau semua band keluar pakai baju model you-know-what and mulai menyanyikan nuansa-nuansa begitu. Bubarin aja bandnya bikin baru lagi.
2.Nada/irama
Lonjakan nada Cuma di chorus, bagian lain ga dipikirin sama sekali susunan nadanya, kalau boleh ngomong, tanpa chorus lagu band indonesia Cuma punya kekuatan 0%-5%. Lagu yang baik kan di semua bagian di pikirin baik-baik nadanya, jadi tanpa chorus lagu itu udah punya kira-kira 30-45%% kekuatan lagu.
Yang parah, banyak nada yang plagiat. Tapi perlu di akui mereka penulis lagu band-band cukup kreatif dalam berplagiat ria. Secara hukum lagu dikatakan plagiat kalau ada 8 bar berurutan yang sama dengan lagu yang sudah ada, nah mereka cukup meniru sampai bar ke 7 saja. Pinter kan? Ntar alasannya kalau di wawancara gampang, “Not kan Cuma 7, wajar dong kalau ga sengaja mirip lagu A lagu B” pinter memang... (padahal 7 pangkat 7 aja udah 823.543 kombinasi)
3.Tema
Yang ini mah udah jelas, gini aja saya buat perbandingan biar gampang....
Lagu luar kebanyakan tu temanya tentang: cinta, sahabat, keluarga, cita-cita, alam, iklim, fenomena sosial, harta pribadi, semangat, keberanian, larangan, kritik, kisah hidup, kenangan, konspirasi, negara, benda, warna, makna suatu kata, musik itu sendiri, suatu tokoh, dan lain lain (percayalah, masih banyak)
Nah kalo di indo temanya itu tentang: cinta, cinta buta, cinta terlarang, cinta lagi, cinta aja, hanya cinta, ini cinta, itu cinta, cinta lagi cinta lagi, sekali lagi cinta, ada apa toh dengan cinta, cinta aja part 2, dan lain lain (percayalah, masih banyak cinta cinta yang lain)
4.Lyric
Sejak awal yang namanya lagu adalah puisi(baca:lirik) yang di iramakan. Jadi udah keharusan kalau yang namanya lirik harus bermakna dan indah untuk di ucapkan dan didengarkan.Saya kasih perbandingan lagu barat dan lagu indo dalam hal lirik. Dua duanya sama sama bertemakan cinta, patah hati...
Barat patah hati: Bertahun tahun aku mencarimu (mantan pacar) ke seluruh sudut kota, akhirnya aku menemukanmu di suatu tempat yang tidak pernah aku perhitungkan sebelumnya, gereja. Diiringi sorak sorai orang kamu hanya menatapku dan berkata “Aku masih mencintaimu, hanya saja... kamu terlambat 25 menit”.
(ini versi translate + ringkes lagu “25 minutes” milik MLTR, bahasa aslinya jauh lebih indah dari ini, kalau ada yang ga ngerti maksudnya itu, tokoh utama sudah cari-cari mantannya pingin baikan, sayangnya baru ketemu di resepsi pernikahan di gereja, dan sang mantan sudah resmi menikah.)
Indo patah hati: Emang dasar, emang dasar, emang dasar kamu BAJ*NGAN! (bahkan di tulispun jadi keluar bintang-bintangnya gitu... mohon maaf sengaja tidak sebut judul dan nama band, soalnya ini contoh jeleknya)
5.Skil sdan sifat personel
Ini dia yang bener2 mencolok, yaitu skil tiap personelnya. Saya percaya orang indonesia tidak mungkin kalah hebat dari orang luar dalam hal seni. Hanya saja karena situasi dan kondisi yang ada personel band indonesia skilnya bukannya berkembang melainkan berkarat. Kondisi yang dimaksud adalah : “tidak ada saingan”
Tiap personel band luar pasti dapat menghandel lebih dari 1 alat musik, dan kalaupun dia hanya bisa memainkan 1 alat musik (kayaknya jarang deh) dia memiliki ciri permainan khusus yang tidak dimiliki orang lain dalam bermain alat musik, intinya semua personel penting peranannya, ada satu yang keluar belum tentu ada yang bisa menambal kekurangan itu
Kalau di sini pemain alat musik pasaran, skillnya segitu-gitu aja, ga ada bedanya sama personel-personel band yang lain(baca: pasaran alias di pasar ada banyak), makanya banyak vokalis jadi sombong karena menganggap peran mereka tak tergantikan.
Coba saja tengok infotainment ketika membahas gosip suatu personel band ternama, terutama vokalis, tingkah mereka sungguh arogan, seolah-olah mereka cuma ada satu sedunia, padahal banyak anak muda yang dengan rendah hati mulai menyalip skill mereka.
Sejujurnya dulu pernah ada musisi yang bandingin (mohon maaf saya benar-benar lupa di mana sumbernya, karena itu saya tidak bisa memaksa anda untuk percaya info ini) skill band papan atas (sekali lagi papan atas) di indo levelnya tidak lebih tinggi daripada kebanyakan band anak SMA di Jepang yang bahkan belum pernah masuk dapur rekaman.
6.Performance
Sadarkah kalian, lagu band-band indonesia lebih asik di dengar lewat mp3 atau piranti rekaman lain ketimbang live? pada rekaman mereka semua bersuara emas, enak banget, mendayu dayu (bikin ngantuk sebenernya), tapi begitu konser live, suara serak serak basah (bocor maksudnya) , baru loncat-loncat dikit udah ngos-ngosan, nyanyinya jadi ribet, malah jadi penontonnya di suruh nyanyi. Padahal konser paling 1-2 jam & kalau udah ga kuat di menit-menit terakhir rame-rame lipsing...
Yeah sayangnya sewaktu rekaman, software-software canggih ikut membantu mereka ‘menyanyi’ dengan benar, frekuensi kurang dikit, tambahi, nada fales, di benerin, nyanyi ancur, bisa di ulang lagi.
Tapi coba lihat band luar kalau live konser, powernya bisa puluhan kali lebih kuat daripada rekaman, justru banyak dari mereka yang tidak suka dengan rekaman karena dinilai tidak bisa merekam 100% kemampuan mereka. Mereka teriak-teriak, melompat, tidak sedikit yang menampilkan sedikit dance, tapi tetep aja kuat sampai detik terakhir, padahal rata-rata konser mereka 3-4 jam.
7.Kostum
Begitu-begitu yang namanya band adalah public figure, mereka harus memperhatikan cara berpakaian mereka. Cocok tidak dengan peran mereka? Cocok tidak sama lagu mereka? Kalau kita tengok band-band lokal, pakaian yang mereka pakai tidak berbeda dengan penontonnya, kaos, jeans, kemeja, sneaker, bener-bener seadanya, apa adanya, dan apa yang dipunya saja, kasihan sekali. Coba mereka lepas alat musik trus di dorong ke lautan penonton, pasti aura public figur mereka langsung hilang berbaur dengan indah bersama-sama penonton.
Ada lagi kasus lain yang penampilan boleh nyentrik tapi lagunya ga mecing banget, yaituu.... band a minor de minor yang bahkan lirik aja ga hafal-hafal padahal di nyanyiin tiap hari (ga punya lagu lain kayaknya).
Mungkin bagi mereka biar tampang ancur yang penting lagu mantab. Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa kondisi demikian Cuma ada di Indonesia dimana persaingan tidak seketat di luar. Di luar yang namanya skill sudah tidak masuk hitungan dalam bersaing lagi alias wajib, jadi mereka harus berperang dalam hal lain selain skil, salah satunya adalah penampilan. Jadi kalau di Indonesia skill masih jadi bahan persaingan menurut saya jelas masih kurang pesaing.
Saya menulis seperti ini bukan karena saya tidak suka dengan produk dalam negeri atau nasionalisme saya kurang atau saya berusaha menjelek-jelekan Indonesia dengan segala cara. Cobalah kita renungkan, ini fakta yang ada, sayapun menulis seperti ini dengan resiko akan menambah panjang daftar musuh saya, tapi saya korbankan resiko itu, kalau ada waktu kalian bisa mengadakan survei lagu mana yang lebih bagus misal antara lagu indonesia dengan lagu jepang, dengan mempergunakan bule amerika atau eropa sebagai pendengar yang netral yang sama-sama tidak mengerti jenis musiknya. Kalau perlu sekalian translatin liriknya ke bahasa yang dia mengerti, saya berani jamin tanpa perlu survei, kecuali bule tersebut penggila dangdut, dia pasti lebih memilih lagu jepang.
Dan jangan sekali-kali bilang, “Seharusnya kamu tidak bicara atau menulis hal yang menjelek-jelekan seperti itu, memangnya kamu bisa membuat lagu seperti itu?” Menurut saya kata-kata seperti ini sangat tidak intelek dan sangat kekanak-kanakan, karena yang pertama, ini negara demokratis, semua orang berhak berpendapat dan mengemukakan pendapat (sayapun tidak melarang jika anda berkata demikian, hanya saya menilai tidak intelek saja).
Yang kedua, saya bukan penulis maupun penyedia lagu, jadi itu bukan peran atau tanggung jawab saya, jika di suruh sampai matipun saya tidak akan bisa menyediakan lagu seperti itu, tapi peran saya adalah penikmat lagu, dan sebagai penikmat saya melakukan peran saya yang terbaik, yaitu menikmati lagu yang pantas dinikmati dan mengkritik lagu yang tidak pantas untuk dinikmati. Justru mereka para musisilah yang menyalahgunakan kepercayakan yang sudah kita berikan untuk melahirkan lagu yang indah untuk kita dan tidak menjalankan perannya dengan baik kalau mereka membodohi para penikmat lagu dengan lagu-lagu yang mereka buat secara serampangan.
Dan yang ketiga adalah, saya membenci lagu band Indonesia karena saya PEDULI, karena saya tahu betul bahwa lagu indonesia yang sekarang beredar levelnya kalah jauh di banding dengan lagu-lagu indonesia yang beredar sebelum tahun 2005, dan Band Indonesia levelnya bukan Cuma segini! Coba lihat band-band indonesia yang malah di buang oleh para pendengar Indonesia seperti Padi atau SID, level mereka sangat tinggi, sangat jauh bandingannya dengan band-band kelas teri yang sekarang banyak bermunculan dan tidak sengaja tenar.
Justru yang saya pertanyakan adalah mereka yang mengaku menyukai lagu band Indonesia sekarang, dimana letak rasa peduli mereka? Mereka sama seperti seorang ayah yang memuji anaknya yang berusia 12 tahun karena dia sudah dapat naik sepeda tanpa roda bantu, atau bagaikan seorang manajer petinju yang terus menerus merancang pertandingan sandiwara untuk petinju yang dia pegang, alias mereka hanya menyanjung tanpa memikirkan masa depan dunia musik indonesia. Untuk anda yang belum pernah mencoba membandingkan lagu kita yang sekarang ini dengan lagu luar, cobalah selama sebulan buat anda yang mengerti musik dan tiga bulan buat anda yang tidak begitu mengerti musik, tinggalkan sejenak lagu band Indo, dengarkan lagu luar, kemudian kembali dengarkan kembali lagu Indo anda, saya berani jamin saat itu anda akan lebih memahami tulisan yang saya tulis ini. Mungkin banyak yang tidak berkenan dan saya tahu tidak pantas bagi saya untuk memohon maaf setelah memojokan bangsa sendiri seperti ini, tapi saya tetap memohon maaf sebesar-besarnya buat semua yang tidak berkenan bagi pembaca.
no need to ask
everyone knows that
seeking jobs always frustating
u may failed and failed again
no matter u think that u try hardest to work on it
Just like i magine it would be.
i failed again
urghhhh...
am i that bad?
- Title: the drummer
- Author: Myself
- Pairing: Alex/Frank
- Rating: PG 13
- Summary: Just read it OK!!
- POV: First Person.
- Authors Note: I made this story last year.I havent update yet.U wait OK??
- Dedications: Anyone who reads and comments ♥
- Disclaimer:Originally mine.
its was 3 oclock in the morning
i forced muself to get up, or i would pee in my pants
i walk lazyly into a closet
when i look at the mirror i shock
i thought there was someone else in the room beside me
but the reflection in the mirror is not including me
WTF ...is happening to me
i felt so dizzy, i must be drinking too much last night
the reflection has the same motion like i did
so i decided it was me, in another look
i have no breast , i have no v...., bonus, i have an adam apple and a p...
what the fuck was happening to me
this cant be my body
and i must be dreaming
i decided to pee 'in regular way' before i get back to sleep
wishing that its just a dream
a weird one
but when i wake up in the morning
everything is still the same, i sigh
9 am, and i still have a p....
fuck, i sweared i cursed ...
but hell, nothings change,
i try to go out to chill my self out, and keep thinking what to do next
since im far from my parents, i feel save
and they wouldnt be shocked
thank God, i was such a boyish girl so i use my old shirt and shorts,
even the shirt is too tight and my shorts hanging low on my hips
great,the shorts is still fit in me
i took my hoodie and wear it as i walk to the coffee shop in the next block of my apartement
i opened the door, i looked around and no one recognize me
maybe they thought i was a new guy who just moved down here
i walk groggyly to the counter, and order a drink i usually buy
theres couples of girl looking at me , from up to down,another giggling, and they smiled at me
and i smiled back at them
i look at the empty chair and sit down there for a while
just thinking how to move on my fucking life 'with this body'
and try to figure out whats really happening to me
i stretched my arms to the side
then my right foot is tickling somebody
he .... to the floor and swearing "what the fu..."
"oh im sorry, so sorry, r u Ok?",fuck , of course he didnt ,he must be mad at me ,
and going to punch me in the face, i helped him up
"im so sorry i didnt see you"
"naah, its ok, im ok",surprisingly he's not mad at me, thank God,
and then he smiled at me,"so ",
im zoning out because of his georgeous eyes for a moment
and then ,since his coffee are soaked in the floor, i said" how about,ill get you another one?".
He seems half surprised and raised an eyebrow,
and then he grinned
"oh , ok, the dark one , please"
"great ,just sit here". I go to the counter and order another one.
"The same one?".The waitres asked me.
"No ,the dark please", i said while my eyes pointed in him.
Seems the waiters realize it,"ow course, he always drink that in the morning".
"Is he always come here?". i asked her,
"Yeah, sort of, around 9 or 10 maybe".
i handed her the bill and go fast to where he sit.
"There you go"i give him the cup
"thanks". he said and then smiles
I decided to sit down beside him,i got a little nervous
if i sat in front of people ive never known before
"so, whats your name?",
and fuck, i havent decided the name for the new 'me',
"whats wrong? dont remember your own name?",hes grinning,and laugh a little
"uhm, im alex", yeah, thats my old name too, but it doesnt matter,
because alex could be a girl or a boy.
thats when i met the boy who has the most georgeous eyes ive ever seen
God, im just such a typical teenage girl
i just couldnt stop thinking about him anyway
the way he smiles , the way he's thinking an then he raised an eyebrow
that was so fucking cute
to be continued
Okay, I wouldn’t write this article in english , cuz I know there’s lots of webzine had already written about them.
April 11. 09
here i am drowning in a deep down regret
i couldnt realizes my own promisess
God, why dont u send me
someone who could help me fix this things out
im almost give up
im not ready for other people would say about me
im not a jerk
not a loser
i still have a chance
but i dont know how to use it please tell me God
i know im not good in this stuff
but at least you give me a way out
so i can prove it to everybody i knew
that im not that stupid
show me what i meant to thiss world
am i wworth to live
my life should have a purpose, shouldnt i?
my life must be have any purposes
the wind blowing, duduk di beranda rumah,sepoy sepoy sejuk. terus ngantuk
aaaaaaaaargh, what am i suppose to do now...
jelas sekali kalo skripsi belum beres, tapi tetep aja ,my mind just walking around
iv been trying hardly to focus
but seemed didnt work
boring , i want to do something else
i always like to write, but wait , what do i have to write, im not the one who has much experience(life, social affiliation.....)
i didnt do much, my lifes just at home ,campus, and internet
im rarely going out from home, hanging out with my friends, go to the cinema, or just be in gigs watching consert
me , is just a cave man, i should called
im just enjoying myself sit back in a corner, reading a book, or just surfing on the internet, watching movies from my dvd player
Listening to music, and guessing its genre, is it hardcore , metalcore, or something other with "core" words
(its just example, i like lots of music, most of it is pop-rock)
so what should i write...i kinda confused now
my friends told me ,"do what you really want to do as your carrier so you can enjoy them both, job and hoby"
that was so interesting words, so motivating, but yeah , now im still stuck with my final work.
Im still workin on it
Entah sejak kapan
kita selalu menginginkan lebih dari yang sudah didapatkan
hal itu membuat kita lupa berterimakasih pada banyak hal yang sudah didapatkan
“kebahagiaan hidup”
“punya 5 indera yang sempurna”
“lahir dinegara yang tidak sedang berperang”
Rasanya tidak pantas
aku berniat mati dan menjauhkan diri dari kebahagiaan yang telah kudapat
Sungguh memang menyakitkan saat kita mulai merasakannya
Rasa itu tidak bisa dihilangkan begitu saja
Saat kau merasa sensitif maka kau akan mengingatnya lagi
Entah kenapa aku harus membuang waktu untuk hal seperti ini
Tapi aku tidak bisa mengabaikannya
Walaupun ada hal yang lebih penting
Aku bisa saja melarikan diri
Tapi itu akan membuatku terlihat lebih pengecut dari sebelumnya
Lebih Pecundang……….
Aku tidak bisa memilih lagi
Prioritas-lah yang harus dijalani
Why do I feel so pitifull inside
Review
(inspired by Atreyu “the theft”)
Sayang sekali jika hidup ini hanya dianggap hampa
Tanpa warna, tanpa kotoran ,tanpa pembersihan
Tanpa luka, tanpa tangis kesedihan
Semua itu perlu
Agar kita bisa belajar sesuatu
Agar kita menyadari betapa berharganya sesuatu
Sampai saat kita merasa kehilangan
Sakit hati,pengorbanan
Semua harus dijalani
Marah , kecewa, ingin mati itu biasa
Berpikirlah ini hanya suatu ruang yang harus dilewati untuk menuju ruang berikutnya
Tetap waspada …dan mencerna segala sesuatunya
Dengan seksama..
(dicerna dewe yo!)
Who I am hates who ive been
The one who always wasted time
The one who always felt like wanna giving up
The one who always pretending to be someone lese
The one who always loosing faith
The one who always confused making a decission
I hope I will not be the one I used to be
Ya benar.,
Aku sadar aku sedang mengejar
Mengejar seseorang yang berlari
Dan larinya sangat cepat
Dia tahu tujuannya
Sedangkan aku….
Aku hanya mengejar
Tanpa tahu akan kemana setelah ini
…dia semakin cepat
Akupun sama..menambah kecepatanku
Sesekali dia memperlambat langkahnya,
Tapi kemudian dia berlari kencang
, dan sepertinya
Bagiku…
Dia sudah tidak terkejar
Aku yang dibelakangnya
Tergopoh- gopoh karena staminaku tak karuan
Hah… aku ini payah
Dan pandanganku terhalang
Dia sudah tak terlihat
Lalu aku harus mengejar apa????....
Saat itulah aku kehilangan arah
Aku …tidak tahu
I don’t want you to ignore me
I want you to stay close to me
Even I didn’t own you
Even you are with somebody else right now
I want you to be a friend of me
Be my backup when everyone’s looking down on me