Rabu, 07 Juli 2010

Resensi Buku "What Happened To Lani Garver?" by Carol Plum-Ucci

Novel ini ditulis oleh Carol Plum-Ucci pada tahun 2002. Anehnya ditahun ini, 2010 belum diterbitkan di Indonesia, padahal menurut saya novel2 Carol ini bagus. Saya memang baru membaca satu novelnya ,tapi setelah membaca review novelnya yg lain di internet ternyata memang menarik.

Novel ini terpaksa saya pesan langsung dari Bukabuku.com, kalau anda tertarik bisa memesan novel2 import di situs ini.

WHTLG adalah cerita tentang remaja 16 tahun bernama Claire. Remaja yg termasuk populer diantara teman2 sekolahnya. Apabila memang ada pengkotak-kotakan di sekolah, Claire termasuk ke dalam anak populer, idola semua cewek, dan dikagumi semua cowok disekolah, didukung juga dengan keanggotaanya di tim cheerleader, dan teman2 sesama cheerleader. Tapi dibelakang itu semua Claire menyimpan masa lalu yg kelam, dia pernah menjadi pasien leukimia dan sampai sekarang masih mengalami EDO(eating disorder), walaupun dia sendiri tidak mengakui kalau dia memiliki EDO. Claire tidak pernah membicarakan masalah2 tersebut kepada teman2nya, dia menganggap bahwa mereka tidak akan mengerti dan tidak bisa membantu permasalahan tersebut, sampai akhirnya , datanglah murid pindahan yg bernama Lani Garver.
Kepindahan Lani di sekolah Claire membuat gadis tersebut penasaran, bukan hanya sosok Lani akan tetapi tentang kepribadian Lani.
Lani(menurut sekolah) terdaftar sebagai seorang cowok, akan tetapi sosoknya yg lembut, cantik , membuat seisi sekolah dan juga termasuk Claire dan teman cheerleadingnya yg bernama Macy mengiranya cewek(mirip cewek tapi tomboy), dengan dagu yg lancip serta , pinggul yg langsing Lani bisa dikira cewek, kecuali kalau mereka memperhatikan bentuk bahunya yg agak lebar yg mirip cowok, lani bisa secara sempurna menyamar menjadi cewek.
Sebenarnya Claire juga tidak bisa dengan jelas menentukan seberapa tua umur Lani ,Lani adalah sosok yg bijak dan dewasa untuk anak seumurannya, dan sebenarnya umur Lani -pun juga masih menjadi misteri.
Rasa penasaran Claire membuatnya berani berkenalan dengan Lani. Setelah beberapa kali pertemuan yg tak terduga dengan Lani , Claire merasa dekat dengan cowok tersebut dan Claire mulai belajar tentang arti kehidupan dan sisi lain kehidupannya yg tdk pernah ia bayangkan.
Lalu sedikit demi sedikit Claire berubah dan mulai berpikir tentang memperbaiki kualitas hidupnya.

Novel ini mempunyai pesan yg berisi penghargaan terhadap sesama, persahabatan dan pengertian dan terdapat unsur mitos dan kepercayaan.
Disini quote yg paling saya suka dari Claire adalah "Berbaik hatilah dengan semua orang karena kau tidak akan pernah tau bahwa diantara mereka mungkin adalah seorang malaikat".

Malaikat yg disini, menurut Claire bisa saja merujuk pada Lani, sosok yg dewasa, androgyny, misterius dan baik hati.

Well ....im done. I'll stop blabbering...and have a nice read..

Readmore »»

Boredom Is F*&ked me Up


seems my brain is lacking of stories
i already have a job but,
there is always a time that u might get bored
trapped by a cage of boredom
and suddenly u feel exhausted w/out doing anything hard
ur mind's blank
u feel useless
u try hard to focus to other stuff u might enjoy
but ended up as a fail

how could this brain's so messed up
i thought i wasnt old enough to be suffered
by alzheimer or somethin like that

Readmore »»

Am I Too Old To Be A Dreamer??


i live in wonderland
i live in a place that kids would never grow up
just playin or having fun'
no need to think to get paid
no need to think hard to get enough food
no need to think about reputation

Readmore »»

Minggu, 04 Juli 2010

Bersyukur

im not sure,,i want to write this,but
i do it... anyway


hah.akhirnya .....
setelah perjuangan panjang dan melelahkan(alah ....alay)..akhirnya dpt kerja juga
walaupun tidak seperti yang saya harapkan selama ini
tapi..
sudah sepantasnya saya bersyukur kan???
at least..ive got somethin to do
really...hampir saja saya terjebak dalam boredom yg berkepanjangan
sblum punya job, list kegiatan saya sehari-hari adalah seperti ini:
bangun pagi,
belanja(disuruh ibuk),kalo ga, ya langsung beli sarapan buat sekeluarga,
bantuin ibu masak,
nyuci,
eh....tau2 sudah jam 11 siang,
trus blajar maen gitar(siapa tau bisa jadi pro),
tidur siang,
malamnya nonton tv.
dan ...kegiatan ini berlanjut tiap hari.
Bayangkan saja, kehidupan saat itu membuat saya tidak kreatif lagi,terlalu banyak waktu yang tersedia,
malah jadi bingung ingin melakukan apa.

Tapi dipikir2 bagus juga, selama nganggur, mungkin kemampuan bermain gitar saya bertambah 0.01%.
:) :) .Saya ,agak merasa senang....

Readmore »»